Peningkatan populasi di dunia diyakini merupakan salah
satu faktor yang memengaruhi keberlanjutan bumi terhadap generasi selanjutnya.
Peningkatan populasi yang terjadi sangat signifikan akan mengakibatkan tingkat
keberlanjutan bumi semakin rendah. Namun, bila peningkatan populasi di dunia
tidak terjadi secara signifikan maka tingkat sustainable (keberlanjutan) akan semakin tinggi. Kedua pernyataan
tersebut sejatinya menimbulkan pertanyaan besar tentang “Bagaimana sesungguhnya
tingkat peningkatan populasi yang ada di dunia pada saat ini?”. Pertanyaan
tersebut dapat dijawab dengan menggunakan dua perumpamaan sebagai berikut:
1. 1. Populasi
Reindeer (Rusa Kutub)
Reindeer
merupakan
binatang yang paling sering dijumpai di daerah St Matthew Island. Pada tahun
1944 terdapat 29 ekor reindeer yang
hidup di sana. Pada tahun 1945 hingga tahun 1962 populasi reindeer telah mencapai 6000 ekor. Namun, pada tahun 1963 hingga
1964 populasi reindeer turun drastis
hingga mencapai 42 ekor dan hingga tahun 1980 tidak ada satu ekor pun reindeer yang tersisa. Hal tersebut
dapat terjadi karena pada tahun 1963 hingga 1964 terjadi musim dingin dan
seiring dengan meningkatnya populasi reindeer
secara eksponensial menyebabkan sumber makanan akan menurun secara drastis,
sehingga menyebabkan banyak reindeer yang
tidak dapat bertahan (survive) selama
musim dingin tersebut. Peningkatan populasi reindeer
dapat dikatakan sebagai J-shape.
2. 2. Populasi
Sel
Sel yang hidup atau berkembang biak
di cawan petri tidak berkembang secara eksponensial. Hal tersebut mengakibatkan
sel dapat hidup bertahan lebih lama. Hal tersebut dikarenakan sumber makanan
yang ada di cawan petri dapat terdistribusi secara merata, sehingga tidak akan
terjadi kehabisan sumber makanan yang dapat mengakibatkan kepunahan suatu
populasi. Pertumbuhan populasi sel membentuk grafik S-shape.
Berikut ini merupakan penjelasan
mengenai grafik J-shape dan S-shape.
1. J-shape
Grafik
J-shape merupakan grafik pertumbuhan
populasi yang populasinya meningkat secara eksponensial.
2. S-shape
Grafik
S-shape merupakan peningkatan
populasi yang pada saat titik tertentu populasinya meningkat secara konstan.
Grafik
J-shape dan grafik S-shape sebenarnya bergantung pada carrying capacity. Berikut ini merupakan
gambar grafik J-shape dan S-shape kaitannya dengan carrying capacity:
Carrying capacity merupakan
kapasitas maksimum dari suatu populasi. Grafik J-shape merupakan grafik peningkatan populasi yang meningkat secara
eksponensial (melebihi kapasitas maksimum dari suatu populasi). Pada grafik J-shape dapat menyebabkan crash (menurunnya populasi secara
drastis). Crash dapat terjadi karena
peningkatan populasi secara eksponensial mengakibatkan sumber daya alam dapat
tereksploitasi secara berlebihan, sehingga mengakibatkan punahnya suatu
populasi. Grafik S-shape merupakan
grafik pertumbuhan populasi yang tidak melebihi carrying capacity. Grafik S-shape
mengindikasikan bahwa suatu populasi ke depannya tidak cepat punah. Hal
tersebut dikarenakan sumber daya alam yang tersedia tidak dieksploitasi secara
berlebihan.
Grafik
S-shape dan grafik J-shape sangatlah berhubungan dengan
tingkat sustainability
(keberlanjutan). Semakin tinggi atau besarnya tingkat eksploitasi sumber daya
alam yang tersedia, maka tingkat sustainability
akan semakin rendah pula dan juga sebaliknya. Oleh karena itu satu hal yang
perlu diperhatikan adalah kita perlu menggunakan sumber daya alam dengan tidak
berlebihan apabila peningkatan populasi di dunia telah mengikuti bentuk J-shape.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar